Sering Salah, Beginilah Penggunaan Di Yang Benar Dalam Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia seringkali disepelekan oleh kebanyakan orang, hanya karena merasa sebagai orang Indonesia. Padahal kenyataannya, tidak banyak orang yang bisa dan tahu bagaimana penggunaan di yang benar. Kata di dan ke memang sering menjebak banyak orang, sehingga tak sedikit orang yang salah dalam menggunakan kedua kata tersebut.

Selain kata di, ada juga kata ke yang sama-sama unik. Kata di dan ke memang unik karena keduanya bisa berfungsi sebagai awalan dan kata depan. Di dan ke bisa berdiri sendiri sebagai awalan atau juga bisa berdiri dan memiliki arti sendiri. Dualisme inilah yang membingungkan banyak orang. Namun, kira-kira beginilah penggunaan kata di dan ke yang benar.

Pengertian Imbuhan

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, imbuhan atau afiks ditambahkan pada sebuah kata dasar. Penambahan imbuhan dan afiks ini berguna untuk melengkapi sehingga dapat membentuk kata yang baru. Selain itu, dengan ditambahi imbuhan, sebuah kata dapat memiliki makna baru yang menjadi turunan dari makna awalnya.

Perubahan makna bisa terjadi dengan memberikan imbuhan, karena memberikan imbuhan pada kata dasar juga bisa mengubah kelas kata. Seperti misalnya, dalam penambahan imbuhan di- akan membentuk kata kerja yang dinyatakan dalam makna pasif. Atau memberi imbuhan pe- yang membentuk kata benda.

Jenis Imbuhan: Awalan

Terdapat tiga jenis imbuhan yang dikenal dalam bahasa Indonesia yaitu awalan, akhiran, dan sisipan. Imbuhan ini dibedakan berdasarkan letak penambahannya pada kata dasar. Penambahan salah satu atau lebih imbuhan pada kata dasar akan memberikan makna yang berbeda. Hal tersebut bisa disebabkan karena kata yang diberi imbuhan akan mengalami perubahan makna.

Salah satu jenis imbuhan yang dikenal dalam bahasa Indonesia adalah awalan. Sesuai namanya, awalan diletakkan pada bagian depan kata dasar. Awalan memiliki fungsi salah satunya sebagai pembentuk kata kerja. Jenis awalan yang dimaksud di antaranya adalah awalan di- , ber-, dan me-.

Penggunaan Di Sebagai Awalan

Sebagai salah satu bagian dari awalan, imbuhan di- berfungsi untuk membuat kata kerja. Namun, berbeda dengan imbuhan me- dan ber- yang akan memiliki makna aktif, penambahan imbuhan di- akan memberikan kata kerja bermakna pasif. Caranya adalah dengan menambahkan imbuhan di- pada sebuah kata kerja, misalnya: dimakan, diminum, dibuang, diangkat, dan sebagainya.

Dalam fungsinya sebagai awalan, penggunaan di yang benar adalah dengan menuliskannya menyambungkannya dengan kata dasarnya. Berbeda dengan penggunaan di sebagai kata depan yang dituliskan secara terpisah dengan kata dasarnya. Sebagai bentuk pasif, maka kata dengan imbuhan di- sudah pasti dapat diubah ke dalam bentuk aktif dengan mengganti menggunakan imbuhan me-.

Penggunaan Di Sebagai Kata Depan

Selain sebagai imbuhan, di- juga bisa digunakan sebagai kata depan. Sebagai data depan atau preposisi, penggunaan di yang benar dalam bahasa Indonesia berfungsi untuk menunjukkan lokasi atau tempat. Sebagai kata depan, penulisan di biasanya diikuti oleh kata benda dan dituliskan secara terpisah tanpa tanda strip (-), contohnya: di Jakarta, di Medan, di meja, dan sebagainya.

Jika digunakan sebagai kata depan, di- akan menunjukkan keterangan tempat dan bukan sebagai kata kerja. Oleh karenanya, kata di tidak bisa diubah menjadi kata kerja seperti jika penggunaannya sebagai awalan. Sebagai contoh kata “di Jakarta” tidak bisa diubah menjadi “menjakarta” karena kata “menjakarta” tidak memiliki makna.

Agar lebih mudah, hal yang perlu diingat adalah jika kata di dituliskan bersama kata kerja maka penulisannya adalah disambung. Sementara itu, jika diikuti dengan nama tempat, maka penulisannya dengan dipisah dan tanpa tanda strip. Semakin banyak berlatih dan membaca akan lebih membuat peka bagaimana penggunaan di yang benar dalam Bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *